Rumah Pangulu Iban di Juking Hara, Saksi Perjalanan Dakwah dan Sejarah Barito Utara
IWEILEPUNEWS.id
Muara Teweh – Di tepi Sungai Barito, tepatnya di Desa Juking Hara, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, berdiri sebuah rumah tua yang menyimpan jejak sejarah penting Kabupaten Barito Utara. Rumah tersebut merupakan kediaman milik almarhum Pangulu Iban, tokoh masyarakat sekaligus ulama yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat.
Bangunan yang diperkirakan telah berusia hampir satu abad itu berada di seberang Kota Muara Teweh dan menghadap langsung ke Sungai Barito. Keberadaannya menjadi saksi perjalanan dakwah Islam serta perkembangan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Jambu dan sekitarnya sejak awal abad ke-20.
Pangulu Iban, yang memiliki nama lengkap Iban bin Nafi bin Haji Muhammad Najib, lahir pada tahun 1901 di Kampung Manggala, Kelurahan Jambu. Setelah menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan berguru kepada sejumlah ulama besar Kalimantan Selatan, beliau kembali ke kampung halamannya dan mengabdikan hidupnya untuk pendidikan serta syiar Islam.
Pada tahun 1930-an, Pangulu Iban mendirikan Madrasah Diniah Islamiah yang juga difungsikan sebagai mushala di kawasan Juking Hara. Selama puluhan tahun, beliau mengajar Al-Qur'an dan ilmu agama kepada masyarakat hingga akhir hayatnya pada 9 Juni 1979. Beliau dimakamkan di kawasan Juking Hara, Kelurahan Jambu.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengabadikan nama beliau menjadi nama Jembatan Pangulu Iban yang menghubungkan Kota Muara Teweh dengan Kelurahan Jingah dan Jambu. Jembatan tersebut diresmikan pada tahun 2021 dan kini menjadi salah satu ikon daerah.
Menariknya, rumah bersejarah Pangulu Iban berada tidak jauh dari kawasan yang juga memiliki keterkaitan sejarah dengan perjuangan rakyat Kalimantan, yakni lokasi sisa-sisa kediaman Ratu Zaleha, pahlawan wanita yang dikenal dalam Perang Banjar melawan penjajahan Belanda. Kedekatan dua situs bersejarah ini menjadikan kawasan Juking Hara sebagai salah satu titik penting dalam jejak sejarah dan budaya Barito Utara.
Masyarakat berharap rumah peninggalan Pangulu Iban dapat terus dilestarikan sebagai warisan sejarah dan edukasi bagi generasi muda. Selain menjadi simbol perjuangan dakwah dan pendidikan Islam, bangunan tersebut juga menjadi pengingat akan besarnya peran tokoh lokal dalam membangun kehidupan masyarakat Barito Utara hingga saat ini.