BREAKING NEWS

Diduga Terdampak Kekeruhan Sungai Brioi, Puluhan Ibu-Ibu Datangi Site PT KTC Minta Air Bersih



Muara Teweh, IWEILEPUNEWS.ID – Kekeruhan air Sungai Brioi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan warga di tiga desa di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat tersebut kini tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, maupun kebutuhan sehari-hari.
Sungai Brioi diketahui melintasi Desa Sei Rahayu II, Desa Rimba Sari, dan Desa Sei Rahayu I, sebelum bermuara ke Sungai Pendreh dan selanjutnya mengalir ke Sungai Barito.

Di tengah musim kemarau, kondisi air yang sangat keruh membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Warga menduga kekeruhan tersebut berasal dari aliran air yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di area PT KTC, yang beroperasi di lokasi milik PT Nantoi Bara Lestari (NBL).

Pada Selasa (4/8/2026), sekitar 20 orang ibu-ibu dari Desa Rimba Sari mendatangi kantor site PT KTC di kawasan Nantoi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perusahaan menyediakan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Hal ini di benar kan salah satu warga desa Rimba sari,Beny adi,dan keterangan resmi dari Kepala Desa Rimba Sari, Neni Hairani, saat dikonfirmasi IWEILEPUNEWS.ID, membenarkan adanya aksi tersebut.
Menurutnya, sekitar 20 warga mendatangi kantor PT KTC untuk meminta perhatian perusahaan terkait kebutuhan air bersih akibat keruhnya Sungai Brioi.
"PT KTC telah menanggapi permintaan warga dan berencana menyalurkan bantuan air bersih untuk Desa Rimba Sari pada Rabu, 5 Agustus 2026," ujar Neni Hairani.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian apakah bantuan air bersih juga akan diberikan kepada warga Desa Sei Rahayu II dan Desa Sei Rahayu I yang turut terdampak kondisi sungai tersebut.
Sementara itu, IWEILEPUNEWS.ID telah berupaya menghubungi pihak humas PT Nantoi Bara Lestari (NBL) selaku pemilik lokasi operasional PT KTC guna meminta konfirmasi terkait dugaan penyebab kekeruhan Sungai Brioi dan aksi warga tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi dari pihak perusahaan.

Redaksi menegaskan bahwa dugaan keterkaitan kekeruhan Sungai Brioi dengan aktivitas pertambangan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang. Media ini akan memberikan ruang hak jawab dan memuat klarifikasi apabila telah diterima dari pihak terkait.
(JULANDI)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar