Jembatan Pangulu Iban, Ikon Kebanggaan Barito Utara yang Menghubungkan Warga dan Menggerakkan Ekonomi:Tampak pada malam hari
MUARA TEWEH, IWEILEPUNEWS.ID – Jembatan Pangulu Iban menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Jembatan yang membentang di atas Sungai Barito dengan panjang sekitar 472,98 meter ini menghubungkan pusat Kota Muara Teweh dengan wilayah Kelurahan Jingah dan Jambu.
Diresmikan pada Desember 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara, keberadaan jembatan ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tinggal di kawasan seberang sungai. Selain memperpendek waktu tempuh menuju pusat kota, jembatan ini juga turut mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas warga sehari-hari.
Jembatan Pangulu Iban secara khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara itu, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan melintas dalam kondisi tertentu, seperti kendaraan darurat, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran.
Pada malam hari, kawasan jembatan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk bersantai. Hiasan lampu tematik berwarna-warni yang menghiasi badan jembatan menciptakan pemandangan yang menarik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung. Kehadiran pedagang kaki lima di sekitar area jembatan juga turut menghidupkan perekonomian masyarakat setempat.
Nama Pangulu Iban sendiri diambil dari seorang tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dihormati di daerah tersebut. Beliau diketahui berasal dari Kampung Manggala, Kelurahan Jambu, dan dianggap memiliki jasa serta pengaruh besar bagi masyarakat setempat.
Hingga kini, Jembatan Pangulu Iban tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu landmark kebanggaan Kabupaten Barito Utara yang mencerminkan kemajuan pembangunan daerah sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di kedua sisi Sungai Barito.
(Redaksi IWEILEPUNEWS.ID)