Kereta Api Trans Kalimantan Sepanjang 2.772 Km Masuk PSN, Dukung Logistik dan Konektivitas hingga 2045
iweilepumews.id
KALIMANTAN – Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer sebagai bagian dari pengembangan sistem perkeretaapian nasional hingga tahun 2045. Proyek besar tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan didukung oleh komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian terkait.
Jalur kereta api yang direncanakan akan membentang dari Singkawang hingga Tanjung Selor, menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Pulau Kalimantan guna memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Selain melayani transportasi penumpang, jaringan kereta api ini juga dirancang untuk mendukung distribusi logistik, hasil perkebunan, pertambangan, serta akses menuju pelabuhan ekspor. Kehadiran transportasi massal berbasis rel tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan menekan biaya logistik nasional.
Presiden RI, Prabowo Subianto, sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan jaringan kereta api merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
"Dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun. Kita akan lebih kompetitif, dan kesejahteraan akan meningkat," ujar Prabowo.
Pembangunan jaringan Kereta Api Trans Kalimantan juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah, membuka akses ekonomi baru, serta mendukung pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi untuk pengembangan sektor perkeretaapian nasional hingga tahun 2045 mencapai sekitar Rp1.200 triliun. Dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan dalam beberapa dekade mendatang.
Pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan dinilai akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.