Mengenang Ch. Simbar, Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah
ILN-2026
Christian Simbar atau yang lebih dikenal dengan nama Uria Mapas dan Mandolin merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Kalimantan Tengah. Sosok yang lahir pada 5 Juli 1927 itu dikenal sebagai komandan Gerakan Mandau Talawang Pancasila (GMTPS), sebuah gerakan yang aktif memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah yang terpisah dari Provinsi Kalimantan Selatan pada masa itu.
Dalam perjalanan sejarah daerah, nama Ch. Simbar cukup dikenal sebagai figur yang memiliki semangat perjuangan tinggi demi aspirasi masyarakat Dayak dan kemajuan wilayah Kalimantan Tengah. Bersama sejumlah tokoh lainnya, GMTPS menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang mendorong lahirnya pemerintahan provinsi sendiri bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pemerintah pusat resmi membentuk Kalimantan Tengah sebagai provinsi tersendiri pada tahun 1957.
Momentum itu menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan dan pemerintahan di Bumi Tambun Bungai.
Selain dikenal sebagai tokoh perjuangan, Ch. Simbar juga dianggap sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat adat Dayak pada masanya. Nama Mandolin yang melekat padanya pun cukup populer di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Ch. Simbar meninggal dunia pada 29 Desember 1992. Meski telah wafat, nama dan perjuangannya masih dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan berdirinya Provinsi Kalimantan Tengah.
Perjalanan tokoh-tokoh daerah seperti Ch. Simbar menjadi pengingat pentingnya persatuan, perjuangan, dan semangat membangun daerah demi masa depan masyarakat yang lebih baik.
IWEILEPUNEWS.id
(Redaksi)