Legenda Mistis Gunung Bondang di Murung Raya: Kisah Ajudahari dan Asal-usul Lintah
IWEILEPUNEWS.id
Murung Raya, Kalimantan Tengah – Gunung Bondang yang terletak di Desa Saruhung, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kisah legenda mistis yang telah lama dipercaya masyarakat setempat.
Legenda ini berkisah tentang sosok dewi jahat bernama Ajudahari, yang konon turun dari langit dengan menggunakan Gunung Bondang sebagai jembatan untuk mencapai bumi. Kehadirannya membawa teror, karena ia dipercaya memangsa manusia yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Untuk menghentikan keganasan Ajudahari, muncul dua sosok dewa pelindung, yaitu Bondang dan Buroh. Keduanya berencana menyelamatkan manusia dengan cara memukul Gunung Bondang agar menjauh dari langit, sehingga Ajudahari tidak lagi dapat turun ke bumi.
Dalam cerita yang berkembang, disebutkan bahwa air liur Ajudahari yang menetes ke bumi berubah menjadi berbagai hewan penghisap darah, seperti lintah, pacet, nyamuk, lebah, hingga ular piton. Kisah ini kemudian dipercaya sebagai asal-usul munculnya hewan-hewan tersebut di kawasan hutan Kalimantan.
Tak hanya itu, Gunung Bondang juga dikenal sebagai salah satu tempat paling angker di Kalimantan. Masyarakat setempat sering mengaitkannya dengan keberadaan siluman harimau dan danau gaib yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural.
Hingga kini, nilai-nilai adat masih sangat dijunjung tinggi oleh warga sekitar. Para pendaki atau pengunjung yang ingin memasuki kawasan Gunung Bondang diwajibkan untuk meminta izin terlebih dahulu melalui ritual adat. Selain itu, mereka juga dilarang berkata kasar, berteriak, tertawa berlebihan, atau membuang hajat sembarangan.
Pelanggaran terhadap aturan tersebut dipercaya dapat mengundang hal-hal mistis, seperti kesurupan atau penyakit yang datang secara tiba-tiba.
Meski diselimuti kisah misteri, Gunung Bondang tetap menyimpan pesona alam yang luar biasa. Keindahan hutan tropis dan suasana pegunungan yang masih alami menjadikannya daya tarik tersendiri, sekaligus pengingat akan kekayaan budaya dan legenda yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.