Kapal Onrust Ditenggelamkan Pejuang Banjar di Sungai Barito, Simbol Perlawanan terhadap Belanda
IWEILEPUNEWS.id
Dikutip dari berbagai sumber
Barito Utara – Kapal uap milik Belanda, Onrust, menjadi salah satu saksi sejarah penting dalam perlawanan rakyat Kalimantan terhadap penjajahan. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh pejuang Banjar pada 26 Desember 1859 di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, dalam masa berkecamuknya Perang Banjar.
Peristiwa ini melibatkan laskar yang dipimpin oleh Tumenggung Surapati, yang merupakan bagian dari kekuatan perjuangan di bawah komando Pangeran Antasari.
Kapal Canggih pada Masanya
Kapal Onrust diketahui merupakan kapal uap yang cukup canggih dibuat pada 15 September 1845, kapal ini memiliki panjang sekitar 24 meter, lebar 4 meter, serta tenaga mesin sekitar 70 PK.
Dalam operasionalnya, kapal ini difungsikan sebagai armada perang sekaligus pengangkut logistik Belanda di perairan sungai, khususnya untuk menekan perlawanan rakyat di wilayah Kalimantan.
Dari sisi persenjataan, Onrust dilengkapi meriam berkaliber 24 pon. Kapal ini juga disebut membawa persenjataan modern pada masanya, meskipun beberapa sumber masih perlu dikaji ulang terkait detail jenis senjata yang digunakan.
Ditenggelamkan dengan Taktik Cerdik
Peristiwa penenggelaman terjadi di Sungai Barito, dekat wilayah Muara Teweh, saat pertempuran antara pasukan Belanda dan pejuang Banjar berlangsung sengit.
Dalam serangan tersebut, seorang pejuang yang dikenal sebagai Panglima Nuri berhasil menyusup ke dalam kapal dan membuka keran air di bagian palka. Tindakan ini menyebabkan air masuk dengan cepat hingga akhirnya kapal tenggelam bersama sejumlah awak dan perwira Belanda.
Aksi ini menjadi salah satu taktik perlawanan yang dikenang karena keberanian dan kecerdikannya dalam menghadapi kekuatan militer yang lebih modern.
Dampak bagi Belanda
Tenggelamnya kapal Onrust menjadi pukulan telak bagi pihak Belanda. Peristiwa ini bahkan disebut-sebut berdampak besar terhadap moral pasukan kolonial saat itu.
Namun, terkait penetapan hari berkabung nasional oleh Belanda pada 1 Januari 1860, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari sumber sejarah yang kuat.
Jejak Sejarah yang Masih Tersisa
Hingga kini, bangkai kapal Onrust diyakini masih berada di dasar Sungai Barito. Pada saat-saat tertentu, terutama ketika debit air surut di musim kemarau, bagian dari bangkai kapal disebut dapat terlihat di permukaan.
Keberadaan kapal ini menjadi bukti nyata sejarah perjuangan rakyat Barito dalam melawan penjajahan, sekaligus warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi generasi masa kini.
Catatan Redaksi
Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Belanda, kata Onrust berarti “tidak pernah beristirahat” atau “kegelisahan”.
Redaksi membuka ruang koreksi apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan data atau informasi dalam penulisan sejarah ini, demi menjaga akurasi dan kebenaran fakta.
{Red/julandi}