Jejak sejarah Perang Banjar/Barito di Juking Hara kelurahan jambu Kec Teweh Baru Barito Utara.
Sisa Tiang Rumah Ratu Zaleha.
Dikutib dari berbagai sumber
Juking Hara merupakan salah satu wilayah dari kelurahan jambu yang tepat berada di tumbang (Muara) sungai Tiwei. Tepatnya di seberang kota Muara Teweh,kab Barito Utara Kalimantan Tengah.
Di tempat ini kita akan menemukan beberapa jejak sejarah perjuangan pahlawan kita saat perang Banjar/Barito. Salah satu tempat tersebut adalah bekas rumah Ratu Zaleha putri dari Muhamad Seman bin Pangeran Antasari Sultan Kerajaan Banjar di tepi sungai Tewei di Juking Hara kelurahan jambu Kec Teweh Baru Barito Utara.
Sisa tiang dari kayu ulin rumah tersebut masih ada hingga saat ini. rumah ini merupakan kediaman Ratu Zaleha sebelum akhirnya beliau diasingkan Belanda ke Bogor pada tahun 1906. Pada masa tuanya beliau kembali ke Kalimantan dan meninggal dunia pada 1953 dan dimakamkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dari beberapa kisah ini serta adanya jejak peninggalan sejarah di wilayah kita, mari kita kenang semua jasa pahlawan yang telah berjuang dalam mengusir penjajah, serta kita kenali dan rawat bersama peninggalan ini agar anak cucu kita generasi masa depan mengenal lebih jauh perjuangan nenek moyangnya dalam melawan penjajahan.
Di akhir perjalanan hari ini kami juga berkesempatan singgah di rumah keluarga besar Pangulu Iban salah satu tokoh masyarakat dan agama di Juking Hara yang namanya dijadikan sebagai nama jembatan Muara Teweh - Jambu/Jingah di sungai Barito.