Transportasi Sungai Barioi Tinggal Kenangan, Warga Sei Rahayu Kini Beralih ke Jalur Darat
iweilepunews.id
Sumber-warga seirahayu
Barito Utara – Pada era tahun 1980-an hingga awal 2000-an, jalur transportasi sungai menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Desa Sei Rahayu I dan Sei Rahayu II di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Sungai Barioi yang merupakan anak dari Sungai Pendreh, dulunya menjadi satu-satunya akses utama warga untuk bepergian maupun mengangkut hasil kebun dan kebutuhan pokok.
Masyarakat setempat masih mengingat bagaimana perahu ces dan kelotok hilir mudik setiap hari menyusuri Sungai Barioi, Yang bermuara di sungai pendreh,Jalur air tersebut menghubungkan desa-desa terpencil dengan pusat kecamatan hingga ke Kota Muara Teweh. Aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan sangat bergantung pada transportasi sungai.
“Dulu sebelum ada jalan darat, kami semua lewat sungai. Mau ke pasar, sekolah, atau bawa hasil kebun, semuanya pakai perahu,” ungkap salah satu warga yang mengenang masa itu,Sungai brioi bermuara di sungai pendreh dan sungai pendreh bermuara di sungai Barito,tambah nya.
Namun, seiring berkembangnya pembangunan infrastruktur jalan darat dan terbukanya akses penghubung antar desa, penggunaan jalur Sungai Barioi perlahan mulai ditinggalkan. Memasuki pertengahan tahun 2000-an, transportasi sungai sudah jarang digunakan, hingga kini praktis tidak lagi difungsikan sebagai jalur utama.
Selain faktor pembangunan jalan, pendangkalan sungai serta perubahan kondisi alam juga menjadi penyebab berkurangnya aktivitas transportasi air di wilayah tersebut. Kini, Sungai Barioi lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti mandi dan mencuci, bukan lagi sebagai jalur transportasi.