Harga Karet Tak Kunjung Membaik, Warga Barito Utara Harapkan Pabrik Pengolahan
iweilepunews.id
Harga karet di wilayah Barito Utara hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan. Kondisi ini dikeluhkan para petani karet yang mengaku pendapatan mereka terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah warga menilai salah satu penyebab anjloknya harga karet di tingkat petani adalah tidak adanya pabrik pengolahan karet di daerah tersebut. Selama ini, hasil panen karet dari masyarakat hanya dijual dalam bentuk bahan mentah kepada pengepul, kemudian dibawa ke luar daerah untuk diolah lebih lanjut.
“Kalau ada pabrik di sini, mungkin harga bisa lebih stabil dan petani tidak terlalu tergantung pada tengkulak,” ujar salah satu petani karet di Kecamatan Teweh Tengah.
Berbeda dengan komoditas kelapa sawit yang memiliki banyak pabrik pengolahan di sekitar wilayah Barito Utara, sehingga harga relatif lebih kompetitif dan perputaran ekonomi masyarakat lebih terasa. Kehadiran pabrik kelapa sawit dinilai mampu menyerap hasil panen secara langsung dari petani maupun perusahaan perkebunan.
Para petani berharap pemerintah daerah dapat mendorong investor untuk membangun pabrik pengolahan karet di Barito Utara. Dengan adanya industri hilir di daerah sendiri, diharapkan nilai tambah komoditas karet meningkat, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya perhatian serius terkait stabilisasi harga dan pembinaan terhadap petani karet, agar komoditas yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan warga tetap memiliki masa depan yang jelas.
Hingga kini, petani karet di Barito Utara masih berharap adanya terobosan nyata dari pemerintah maupun pihak swasta untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas karet di daerah tersebut.(Julandi)