SEMUA ADA MASANYA
By-julandi-iweilepunews.id/2026
Ada masa dan ada orangnya. Ada pula orang yang hadir tepat pada masanya. Begitulah kehidupan kita di muka bumi ini.
Tidak ada yang abadi dan tidak ada yang kekal. Semua ada masanya, dan semuanya akan berakhir pada waktunya. Roda terus berputar, bumi terus berputar. Kehidupan pun demikian.
Hidup ini bagaikan permainan catur. Ada yang berada di depan, kadang di belakang,kadang melompat. Ada yang menang, ada yang kalah. Bagaikan permainan ular tangga, terkadang kita naik, terkadang turun, terkadang berada di tempat yang sama. Itulah perjalanan hidup manusia.
Karena itu, tidak ada yang perlu kita sombongkan dan tidak ada yang perlu kita banggakan secara berlebihan. Pada akhirnya, kita semua sama di hadapan Yang Mahakuasa, di hadapan Tuhan.
Baik kita miskin maupun kaya, sederhana maupun mapan, memiliki jabatan maupun tidak, semuanya akan sampai pada satu tujuan yang sama: kehidupan ini akan berakhir dan setiap manusia pasti akan menghadapi kematian.
Coba renungkan. Di tempat kita berdiri hari ini, seratus tahun yang akan datang, mungkin kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan menjadi pemiliknya dan siapa yang akan berdiri di tempat yang sama.
Itulah kehidupan duniawi. Apa yang kita miliki hari ini bukanlah milik kita selamanya. Harta, jabatan, kekuasaan, rumah, tanah, bahkan nama besar sekalipun, semuanya akan kita tinggalkan.
Hidup ini adalah perjuangan dan pada akhirnya hanyalah sementara. Apa yang kita kejar di dunia tidak akan kita bawa ketika meninggalkan dunia ini.
Yang akan menjadi bekal adalah amal ibadah, kebaikan, kasih kepada sesama, dan perbuatan baik yang pernah kita lakukan.
Maka selagi masih diberi kesempatan hidup, jangan terlalu tinggi hati ketika berada di atas dan jangan terlalu rendah diri ketika berada di bawah.
Karena semua ada masanya.
Hari ini mungkin kita berada di atas, tetapi esok bisa saja berada di bawah. Hari ini kita memiliki segalanya, tetapi suatu saat semuanya bisa kita tinggalkan.
Pada akhirnya, bukan seberapa tinggi kita pernah berdiri yang menjadi ukuran, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan bagi kehidupan dan sesama manusia.
Sebab dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan setelahnya adalah kehidupan yang kekal.
Jangan sombong karena kita semua akan kembali kepada-Nya. Jangan lupa berbuat baik, karena itulah yang akan menjadi bekal kita di akhir perjalanan.
(Iweilepunews)
Penulis -julandi🙏