BREAKING NEWS

Sungai Teweh Surut, Warga Manfaatkan untuk Mandi, Memancing, dan Mencari KerangMuara Teweh, IWEILEPUNEWS.ID – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Barito Utara dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan debit air Sungai Teweh mengalami penyurutan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut terlihat di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, tepatnya di sekitar Jembatan Gantung penghubung Desa Hajak I dan Desa Hajak II, di mana tepian sungai semakin luas akibat air yang surut.Pantauan IWEILEPUNEWS.ID, warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbagai aktivitas, seperti mandi di sungai, memancing ikan, hingga mencari kerang air tawar yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama kerang kabarita.Salah seorang warga Desa Hajak, Ibu Rini, mengatakan bahwa setiap kali musim kemarau tiba dan air Sungai Teweh surut, banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari kerang kabarita di dasar sungai."Kalau air surut seperti sekarang ini, warga banyak yang mandi, memancing, dan mencari kerang kabarita. Hasilnya lumayan untuk dikonsumsi sendiri," ujar Ibu Rini.Surutnya permukaan Sungai Teweh juga memperlihatkan hamparan pasir, bebatuan, serta bagian tepian sungai yang sebelumnya terendam air. Aktivitas masyarakat terlihat berlangsung sejak pagi hingga sore hari.Foto dokumentasi IWEILEPUNEWS.ID diambil pada Jumat sore, 17 Juli 2026, di sekitar Jembatan Gantung penghubung Desa Hajak I dan Desa Hajak II, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, sebagai gambaran dampak musim kemarau terhadap kondisi Sungai Teweh sekaligus aktivitas masyarakat yang memanfaatkan surutnya air sungai.


Muara Teweh,20-JULI-2026 IWEILEPUNEWS.ID – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Barito Utara dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan debit air Sungai Teweh mengalami penyurutan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut terlihat di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, tepatnya di sekitar Jembatan Gantung penghubung Desa Hajak I dan Desa Hajak II, di mana tepian sungai semakin luas akibat air yang surut.

Pantauan IWEILEPUNEWS.ID, warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbagai aktivitas, seperti mandi di sungai, memancing ikan, hingga mencari kerang air tawar yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama kerang kabarita.

Salah seorang warga Desa Hajak, Ibu Rini, mengatakan bahwa setiap kali musim kemarau tiba dan air Sungai Teweh surut, banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari kerang kabarita di dasar sungai dan mandi beramai ramai ke sungai y teweh yang melintasi desa hajak,katanya.

"Kalau air surut seperti sekarang ini, warga banyak yang mandi, memancing, dan mencari kerang kabarita. Hasilnya lumayan untuk dikonsumsi sendiri," ujar Ibu Rini.


Surutnya permukaan Sungai Teweh juga memperlihatkan hamparan pasir, bebatuan, serta bagian tepian sungai yang sebelumnya terendam air. 

Foto dokumentasi IWEILEPUNEWS.ID diambil pada Senin, sore, 17 Juli 2026, di sekitar Jembatan Gantung penghubung Desa Hajak I dan Desa Hajak II, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, sebagai gambaran dampak musim kemarau terhadap kondisi Sungai Teweh sekaligus aktivitas masyarakat yang memanfaatkan surutnya air sungai.
(JULANDI)iweilepunews.id
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar