Acara Paner Jampa Digelar di Desa Seirahayu I, Warga Antar Kepergian Delon dengan Adat dan ibadah penghiburan,Secara kristen
IWEILEPUNEWS.ID
Muara Teweh – Masyarakat Desa Seirahayu I, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, menggelar acara adat Paner Jampa usai prosesi pemakaman salah seorang warga, Delon, pada Kamis (2/7/2026). Ritual tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara kematian dalam kepercayaan Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada arwah yang telah berpulang,juga merupakan bentuk adat istiadat lelehur di masyarakat adat.Meskipun yang meninggal baragama bukan kaharingan,adat paner jampa/bajampa,saki pilah kepada leu ja,a(kampung halaman)perlu di laksanakan.
"Kita lahir beradat,Hidup beradat,matipun beradat,bagi masyarakat adat dayak.
Sebelum nya di adakan ibadah penghiburan secara kristen baik di rumah duka maupun ketika penurunan peti zenasah almarhum,ibadah penghiburan di pimpin okeh vikaris,Letisa,S.Th dengan warga desa yang hadir di lokasi pemakaman.
Delon, yang juga merupakan perangkat Desa Seirahayu I, meninggal dunia di RSUD Muara Teweh setelah menjalani perawatan akibat penyakit komplikasi yang dideritanya. Almarhum dimakamkan pada hari ke dua setelah almarhum meninggal di pemakaman desa seirahayu l.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk istri, anak-anak, cucu, serta sanak saudara dan masyarakat Desa Seirahayu I yang mengenalnya sebagai sosok yang mengabdi di lingkungan pemerintahan desa,bahkan almarhum masih aktip sebagai ketua BPD hingga 2027 mendatang.
Dalam acara Paner Jampa, keluarga menyiapkan berbagai perlengkapan sesaji yang memiliki makna filosofis dalam ajaran Kaharingan. Di antaranya telur ayam sebagai lambang benih kehidupan dan kesucian jiwa, piring putih sebagai simbol ketulusan serta kesucian, beras sebagai perlambang rezeki dan bekal perjalanan arwah, serta uang yang dimaknai sebagai bekal simbolis untuk memudahkan perjalanan roh menuju alam keabadian.
Ritual tersebut dipimpin oleh tokoh adat dan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat setempat yang bersama-sama memanjatkan doa agar arwah almarhum memperoleh ketenangan dan diterima di Lewu Tatau, alam keabadian dalam kepercayaan Kaharingan.
Pelaksanaan Paner Jampa menjadi salah satu wujud pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Dayak Kaharingan yang masih dijaga oleh masyarakat di Kabupaten Barito Utara. Selain menjadi penghormatan terakhir bagi almarhum, ritual ini juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi suasana duka.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, mencerminkan penghormatan keluarga dan masyarakat terhadap adat istiadat leluhur yang tetap diwariskan dari generasi ke generasi.
(Julandi/ILN)