BREAKING NEWS

Barito Utara Memasuki Awal Musim Kemarau, Sungai Barito Mulai Surut


𝐢𝐰𝐞𝐢𝐥𝐞𝐩𝐮𝐧𝐞𝐰𝐬.𝐢𝐝
Muara Teweh – Wilayah Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya saat ini telah memasuki fase awal musim kemarau. Secara kumulatif, musim kemarau telah berlangsung sekitar 4 hingga 5 minggu, atau sekitar 28–35 hari, sejak awal hingga pertengahan Juni 2026.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diprakirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2026, sehingga potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan (karhutla) diperkirakan akan meningkat.

Seiring berlangsungnya musim kemarau, tanda-tanda penurunan debit air mulai terlihat di Sungai Barito. Dari hasil pantauan IWEILEPUNEWS.id pada Jumat pagi, 17 Juli 2026, permukaan air sungai tampak mulai surut. Di sejumlah titik di bantaran sungai, terlihat lanting-lanting(Rumah terapung dan pasir pantai yang sebelumnya tidak nampak, kini tertinggal dan terdampar di tepian sungai akibat turunnya permukaan air.

Pemandangan tersebut terekam dalam foto yang diambil oleh IWEILEPUNEWS.id di kawasan sekitar Jembatan KH Hasan Basri, Kota Muara Teweh. Kondisi ini menjadi salah satu indikator awal dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya di sepanjang aliran Sungai Barito.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak musim kemarau, di antaranya kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
(𝐣𝐮𝐥𝐚𝐧𝐝𝐢/,𝐈𝐋𝐍)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar