Empat Rumah di Desa Benangin II Teweh Timur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp550 Juta
𝐈𝐖𝐄𝐈𝐋𝐄𝐏𝐔𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐢𝐝
𝐒𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫-𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐬𝐞𝐤 𝐭𝐞𝐰𝐞𝐡 𝐭𝐢𝐦𝐮𝐫
BARITO UTARA – Kebakaran hebat menghanguskan empat unit rumah warga di Jalan Angah RT 01, Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Rabu (10/6/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut mengakibatkan tiga rumah habis terbakar, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan berat pada bagian lantai dua.
Kapolsek Teweh Timur, IPTU Ade Soemarna, S.Sos., M.A.P, menjelaskan bahwa kebakaran diduga bermula dari rumah milik Nur Hakim (57), seorang guru yang tinggal di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi Andre, anak pemilik rumah, saat kejadian dirinya sedang tidur di kamar belakang. Ia terbangun setelah dibangunkan ayahnya yang berteriak dan menghentakkan kaki ke lantai karena melihat api sudah membesar di kamar depan.
"Setelah terbangun, saksi melihat api sudah membesar di kamar orang tuanya. Ia kemudian membantu menyelamatkan ayahnya keluar rumah dan meminta pertolongan warga," jelas Kapolsek.
Sementara itu, saksi lainnya, Rendi, mengaku sedang menonton televisi ketika mendengar teriakan minta tolong. Saat keluar rumah, ia melihat api sudah membesar di bagian tengah rumah milik Nur Hakim.
Warga sekitar kemudian berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu bantuan datang. Mobil pemadam dari BPBD Kecamatan Teweh Timur tiba sekitar pukul 01.52 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama warga.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.37 WIB.
Empat rumah yang terdampak kebakaran tersebut masing-masing milik Nur Hakim, Rahmandi, Asrah, dan Adi Suparkan. Seluruh bangunan didominasi material kayu dengan jarak antar rumah yang berdekatan sehingga api dengan cepat merambat ke bangunan lain.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp550 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Polisi menduga penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik yang terjadi di rumah Nur Hakim, tepatnya pada bangunan yang di bagian atasnya terdapat sarang walet.
Saat ini pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, membuat laporan kepada pimpinan, serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Diduga kebakaran berasal dari korsleting listrik. Karena bangunan rumah sebagian besar berbahan kayu dan jaraknya berdekatan, api dengan cepat menyebar ke rumah lainnya," ujar IPTU Ade Soemarna melalui pesan WhatsApp.