BREAKING NEWS

Warga Keluhkan Parit Tak Kunjung Diselesaikan di desa Seirahayu ll




Desa Sei Rahayu II 25/05/2026
BARITO UTARA – Warga Desa Sei Rahayu II, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, mengeluhkan pembangunan parit yang hingga kini belum juga ditindaklanjuti.
Parit tersebut diketahui mulai dibuka sejak 16 November 2025 oleh dinas terkait. Namun, setelah hampir tujuh bulan berjalan, belum ada realisasi lanjutan pengerjaan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, pembukaan parit dilakukan atas usulan warga sejak tahun 2021. Warga mengaku rumah mereka kerap kebanjiran akibat saluran parit dan gorong-gorong yang tersumbat. Karena itu, warga meminta agar jalur parit dibuka guna memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.

Ironisnya, di saat pengerjaan parit lama belum selesai, kini justru muncul proyek baru berupa pembangunan parit cor di lokasi sebelahnya.
Saat dikonfirmasi, salah seorang perangkat Desa Sei Rahayu II mengatakan bahwa pengerjaan parit lama rencananya akan segera ditindaklanjuti bersamaan dengan proyek parit yang sedang berjalan saat ini.
“Segera ditindaklanjuti barengan dengan proyek parit saat ini, tetapi pemborongnya berbeda,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pengerjaan tersebut dan tidak hanya sebatas wacana maupun janji semata.
“Kami berharap segera dikerjakan supaya tidak menghambat aktivitas keluar masuk pekarangan rumah,” ungkap salah satu warga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Barito Utara, Rodi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa memang ada kontrak baru yang sedang dikerjakan saat ini. Sedangkan proyek parit yang dibuka pada November 2025 masih dalam proses lelang.
“Memang ada kontrak baru yang dikerjakan saat ini, namun yang bulan November 2025 masih lelang.
Semua usulan warga tertangani semua,” katanya.

Di tempat terpisah, mantan Kepala Dinas PU Barito Utara, M. lman Topik, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa pembukaan parit tahun lalu dilakukan berdasarkan permintaan warga karena tidak ada jalur lain untuk mengalirkan air yang tergenang.
“Itu permintaan warga. Tidak ada jalan lain untuk mengalirkan air yang tergenang, maka dibuat parit tahun lalu, dan kami bekerja sesuai prosedur,” pungkasnya.
(Redaksi/Julandi)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar