BREAKING NEWS

Rumah Betang, Jejak Kehidupan Suku Dayak Pedalaman di Barito Tempo Dulu

𝕄𝕖𝕕𝕚𝕒-𝕚𝕨𝕖𝕚𝕝𝕖𝕡𝕦𝕟𝕖𝕨𝕤,𝕚𝕕
Rumah tradisional masyarakat pedalaman di wilayah Barito pada masa lampau, khususnya suku Dayak seperti Dayak Ma'anyan, Bakumpai, serta beberapa sub-suku Dayak di Barito Utara dan Barito Selatan, dikenal dengan sebutan Huma Betang atau Rumah Betang. Bangunan ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol kehidupan sosial dan kebersamaan masyarakat Dayak sejak ratusan tahun lalu.
Secara umum, Rumah Betang memiliki bentuk rumah panggung yang dibangun tinggi di atas tiang-tiang kayu kuat, biasanya menggunakan kayu ulin yang terkenal tahan lama. Struktur rumah yang tinggi ini dibuat untuk menghindari banjir, serangan hewan buas, serta sebagai perlindungan dari gangguan musuh pada masa lalu.
Ciri khas lain dari Rumah Betang adalah bentuknya yang memanjang seperti rumah panjang, yang mampu menampung banyak keluarga dalam satu bangunan. Dalam satu Rumah Betang, biasanya dapat dihuni oleh sekitar 12 hingga 30 keluarga bahkan lebih. Setiap keluarga memiliki ruang masing-masing, namun tetap berada dalam satu atap yang sama.
Bagi masyarakat Dayak, Huma Betang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Rumah ini juga menjadi pusat kehidupan sosial, tempat berlangsungnya kegiatan adat, musyawarah, hingga berbagai upacara tradisional. Nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa persaudaraan sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan di Rumah Betang.
Dari segi bahan bangunan, Rumah Betang pada masa dahulu dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia di hutan sekitar, seperti kayu ulin untuk rangka utama, bambu untuk dinding atau lantai tambahan, serta atap yang terbuat dari daun rumbia atau sirap kayu.
Di wilayah Barito Utara sendiri, salah satu Rumah Betang yang dikenal memiliki nilai sejarah adalah Rumah Betang Tambau yang berada di Kecamatan Lahei. Rumah adat ini tercatat telah berdiri sejak sekitar tahun 1918 dan menjadi salah satu bukti keberadaan serta kehidupan masyarakat Dayak di daerah tersebut pada masa lalu.
Selain Rumah Betang, di beberapa wilayah Kalimantan juga dikenal rumah adat lain seperti Rumah Baluk, namun di kawasan aliran Sungai Barito, bentuk hunian yang paling dominan dan menjadi identitas budaya masyarakat Dayak tetaplah Huma Betang.
Keberadaan Rumah Betang hingga kini tidak hanya menjadi warisan arsitektur tradisional, tetapi juga menjadi simbol filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat dalam satu keluarga besar.(𝕛𝕦𝕝𝕒𝕟𝕕𝕚)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar